Super Admin - 26 Jan 2026

Kepala Disdukcapil Wonogiri Menjadi Narasumber Kegiatan CRVS di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bertajuk Civil Registration and Vital Statistics (CRVS) di Indonesia: Analisis Kebutuhan Biaya dan Arah Strategis Masa Depan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Hotel Mercure Jakarta.Dalam kegiatan tersebut, Kepala Disdukcapil Wonogiri menyampaikan materi sebagai narasumber dengan judul “Pengalaman Menjawab Tantangan Masa Depan Administrasi Kependudukan di Daerah dalam Menghadapi Penuaan Penduduk.” Paparan ini disusun berdasarkan praktik dan pengalaman empiris penyelenggaraan administrasi kependudukan di Kabupaten Wonogiri.Pada awal pemaparannya, disampaikan gambaran umum kondisi geografis dan sosial Kabupaten Wonogiri, dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa, wilayah yang luas dan berbukit, serta sebaran desa yang berjauhan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan layanan administrasi kependudukan yang merata, mudah diakses, dan berkelanjutan.Lebih lanjut dijelaskan bahwa struktur penduduk Wonogiri menunjukkan kecenderungan menuju penuaan penduduk, dengan persentase penduduk usia lansia yang terus meningkat. Kondisi ini menuntut sistem CRVS yang kuat, akurat, dan adaptif, agar data kependudukan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan layanan dasar, perlindungan sosial, kesehatan, serta kebijakan pembangunan daerah.Kepala Disdukcapil Wonogiri juga memaparkan kondisi pelayanan administrasi kependudukan sebelum adanya inovasi, yang masih terpusat di kantor Disdukcapil sehingga menimbulkan antrean panjang, penumpukan berkas, serta keluhan masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Disdukcapil Wonogiri menghadirkan berbagai inovasi layanan berbasis kearifan lokal dan digital, salah satunya melalui penguatan ekosistem Desa Nyawiji Migunani.Melalui konsep “Bahagia Membahagiakan Masyarakat”, layanan adminduk dikembangkan agar selesai di tingkat desa/kelurahan dengan mengintegrasikan sistem SIAK, aplikasi Telunjuk Sakti, Identitas Kependudukan Digital (IKD), serta peran aktif loket desa/kelurahan dan fasilitas kesehatan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kecepatan dan transparansi layanan, tetapi juga menekan biaya pelayanan (cost killer) dan memperluas jangkauan layanan bagi kelompok rentan, termasuk penduduk lanjut usia.Dalam paparannya, Kepala Disdukcapil Wonogiri menekankan bahwa keberhasilan penguatan CRVS di daerah sangat ditentukan oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor dengan prinsip Nyawiji Sesarengan, serta komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan setiap peristiwa penting penduduk tercatat secara lengkap dan tepat waktu.Kegiatan dialog kebijakan ini menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik daerah sekaligus memperkaya kajian akademik mengenai arah pengembangan CRVS nasional ke depan. Partisipasi Disdukcapil Kabupaten Wonogiri sebagai narasumber menegaskan komitmen daerah dalam mendukung penguatan sistem administrasi kependudukan yang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan demografi masa depan.