Super Admin - 17 Sep 2026

ANAK LANTIP Jadi Andalan Wonogiri di KIPP PRO 2026

WONOGIRI – Setiap anak yang lahir berhak memiliki identitas dan tercatat dalam administrasi kependudukan sejak awal kehidupannya. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri mengusung inovasi ANAK LANTIP (Anak Lahir Administrasi Kependudukan Tertib) dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Perluasan Skala, Replikasi, dan Orientasi Global (KIPP PRO) Tematik Tahun 2026.Mengangkat tema “Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran”, inovasi ANAK LANTIP dipaparkan dalam rangka persiapan pengajuan KIPP PRO 2026 sekaligus mendapatkan arahan dan penguatan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Kamis (17/9).ANAK LANTIP dirancang untuk memastikan administrasi kependudukan anak dapat dipenuhi secara tertib sejak lahir. Pelayanan tidak hanya diarahkan pada penerbitan dokumen, tetapi juga bagaimana proses tersebut dapat berlangsung secara mudah, terintegrasi, dan semakin dekat dengan masyarakat.Fase kelahiran menjadi titik awal yang penting dalam perjalanan administrasi kependudukan seseorang. Ketika identitas anak telah tercatat sejak lahir, berbagai kebutuhan administrasi pada tahap berikutnya dapat dilakukan dengan lebih mudah. Karena itu, ANAK LANTIP hadir untuk memperkuat pelayanan pada fase awal tersebut.Melalui inovasi ini, Disdukcapil Wonogiri mendorong pelayanan administrasi kependudukan yang lebih proaktif dan terintegrasi. Masyarakat tidak semata-mata menjadi pihak yang harus datang mengurus dokumen, tetapi didorong untuk mendapatkan kemudahan melalui sistem pelayanan yang semakin terhubung.Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat pelayanan inklusif yang menjadi tema KIPP PRO Tematik 2026. Pelayanan administrasi kependudukan diupayakan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas identitas kependudukan tanpa terkecuali.Dalam pemaparan proposal, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri memberikan arahan dan penguatan terhadap substansi inovasi ANAK LANTIP. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi Disdukcapil Wonogiri untuk menyempurnakan proposal, memperkuat dampak inovasi, serta memastikan keberlanjutan pelaksanaannya.Bagi Disdukcapil Wonogiri, inovasi bukan sekadar upaya mengikuti kompetisi. Lebih dari itu, KIPP PRO menjadi momentum untuk memperkuat praktik pelayanan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat agar dapat dikembangkan, diperluas, dan direplikasi.Untuk mewujudkan ANAK LANTIP secara optimal, Disdukcapil Wonogiri mengajak dan memohon dukungan seluruh masyarakat serta seluruh OPD terkait untuk bersama-sama menyukseskan inovasi tersebut. Dukungan dan sinergi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan administrasi kependudukan pada fase kelahiran dapat berjalan secara berkelanjutan.ANAK LANTIP tidak hanya menjadi inovasi milik Disdukcapil, tetapi diharapkan menjadi gerakan bersama seluruh elemen di Kabupaten Wonogiri. Pemerintah daerah, OPD terkait, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah desa/kelurahan, serta masyarakat memiliki peran dalam memastikan setiap anak yang lahir segera mendapatkan administrasi kependudukan secara tertib.Keterlibatan seluruh pihak akan semakin memperkuat ekosistem pelayanan dari hulu hingga hilir. Dengan kolaborasi yang baik, proses administrasi kependudukan anak diharapkan dapat berlangsung lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan memberikan kepastian kepada orang tua maupun keluarga.“Mohon dukungan dan sinergi seluruh masyarakat serta OPD terkait. Bersama-sama kita wujudkan ANAK LANTIP, agar setiap anak di Wonogiri mendapatkan identitas dan administrasi kependudukan secara tertib sejak lahir,” menjadi semangat yang terus didorong dalam pengembangan inovasi tersebut.Pengajuan ANAK LANTIP dalam KIPP PRO 2026 sekaligus mempertegas komitmen Disdukcapil Wonogiri dalam membangun pelayanan yang inklusif, mudah, terintegrasi, dan membahagiakan masyarakat.Sebab, tertib administrasi kependudukan tidak harus menunggu seseorang dewasa. Sejak lahir, setiap anak sudah berhak memiliki identitas dan tercatat sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Wonogiri.